Senin, 26 Desember 2011

Diposting oleh colly anggitya di 19.44 0 komentar
LAPORAN PRATIKUM MULTIMEDIA

ANIMASI WITH MACROMEDIA





COLLY ANGGITYA
1001081045
NAMA PEMBIMBING
( Drs.ERWADI BAKAR, M.Kom )






TEKNIK KOMPUTER
TEKNOLOGI INFORMASI
POLITEKNIK NEGERI PADANG
2011 / 2012

A. Animasi Lighting Mask

 Tampilan Awal Macromedia



 Pilih Flass Document



 Pilih Dokument properties Atur ukuran besar layarnya Menjadi 350 X 75 px
Lalu ganti BackggoundNya Dengan Warna Hitam / Gelap




 Pilih Teks tool untuk menuliskan kata-kata

 Pilih bentuk huruf sesuai dengan yang diinginkan

 Atur besar huruf yang diinginkan

 Tentukan warna huruf yang diinginkaan

 Letakkan kursor pada layar yang berwarna hitam untuk menulikan kata –kata

 Tuliskan kata “ COLLY ANGGITYA ” / Sesuai Yang Anda Inginkan

 Kemudian pilih menu modify >> break apart ( Lakukan dua kali ) Maka akan terjadi sedikit prubahan

 Kemudian pilih windows >> color mixer

 Kemudian pilih menu Color mixer liner, atur warnaNya, Lalu ganti Alpha 0% di kiri dan kanan.

 Pilih menu Paint bucket tools

 Pilih menu moditify Convert to symbol, Ubah Name teks >> graphic >> ok

 Ubah name >> Teks now >> movie clip >> ok

 Kemudian pilih >> selection tools

 Pada Layer 2 dan 3 Copy Frame

 Pilih menu >> oval tools

 Pilih menu free transform tool untuk mengubah ukuran sinar

 Ubah ukuran sinar

 Convert to symbol > name : sinar
Type : graphic ( ok )

 Pada Layer 1 dan 3 Lakukan Insert Frame

 Pada Layer 2 Insert Key Frame

 Kemudian tarik kesebelah kirinya

 Create motion tween

 Atur Posisi

 Klik Kanan, Dan Mask Pada Layer 1

 Test Movie.



B. Animasi Teks Muncul Dan Hilang

 Gunakan Text Tool Untuk Membuat Teks.
Font : Cooper Std Black
Bold
Center
Warna : Chocolate

 Pisahkan Perhuruf Dengan Cara Kemudian pilih menu modify >> break apart

 Bentuk Layer baru dengan Modify >> Timeline >> Distribute To Layer

 Jadikan Grafik Dengan CaraModfify >> Convert To Symbol >> Graphic
Dan buat namanya sesuai dengan yang di inginkan ( ok )

 Blok Pada Kolom 20 lalu insert frame

 Drag satu kotak Ke Kotak Berikutnya ( Untuk Memunculkan )

 Dan Insert Frame ke 7 kotak berikutnya Untuk Meng Hilangkan

 Lalu Di Akhir Klik Kanan Dan Insert Blank Frame

 Lalu Test Movie

Senin, 24 Oktober 2011

Diposting oleh colly anggitya di 08.19 1 komentar

PRATIKUM AUDIO DIGITAL

MODUL 4

PENGUJIAN KUALITAS AUDIO

COLLY ANGGITYA

1001081045

DOSEN PEMBIMBING

(Drs. ERWADI BAKAR, M.Kom)

TEKNOLOGI INFORMASI

POLITEKNIK NEGERI PADANG

2011

1. Tujuan

  1. Mahasiswa dapat mengganti nilai Sample dan Bit Depth sebuah file audio
  2. Mahasiswa dapat menjelaskan perbandingan kualitas audio berdasarkan nilai Bit Depth, Sample Rate
  3. Mahasiswa dapat menjelaskan perbandingan format audio berdasarkan nilai Bit Depth, Sample Rate, dan ukuran file

2. Teori singkat

a. Audio

Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara dapat berupa zat cair, padat,gas. Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.

Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut infrasonik.


b. Kualitas audio

Kualitas audio ditentukan oleh Bit Depth dan Sample Rate. Semakin tinggi Bit Depth dan Sample Rate tersebut maka semakin bagus kualitas suara yang dihasilkan.

c. Bit Depth

Bit Depth merupakan jumlah bit yang digunakan untuk mempresentasikan tiap titik dalam representasi citra grafis. Makin besar jumlah bit yang digunakan untuk mempresentasikan suatu titik, semakin banyak warna dan atau bayangan abu-abu yang dapat dibuat. Selain itu Bit Depth dapat didefinisikan juga sebagai nilai resolusi suara atau jumlah tingkatan level suara. Audio 8 bit menyedia kan 2 pangkat delapan atau 256 level. Audio 16 bit menyediakan 65.536 level dan audio 32 bit memiliki jumlah jangkauan 2 pangkat 32.

d. Sample Rate

Sample Rate menunjukkan nilai sinyal audio yang diambil dalam satu detik ketika melakukan rekaman suara. Semakin tinggi nilai sample rate maka kualitas audio yang dimainkan semakin baik.

e. WAV

WAV adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris yaitu waveform audio format yang merupakan standar format berkas audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM. WAV merupakan varian dari format bitstream RIFF dan mirip dengan format IFF dan AIFF yang digunakan komputer Amiga dan Macintosh. Baik WAV maupun AIFF kompatibel dengan system operasi Windows dan Macintosh. Umumnya format WAV merupakan audio yang tidak terkompres.

f. WMA

Windows Media Audio (WMA) adalah suatu teknologi kompresi data audio yang dikembangkan oleh Microsoft. WMA dapat digunakan untuk merujuk ke format file audio atau audio codec. Ini adalah teknologi eksklusif yang merupakan bagian dari kerangka Windows Media. WMA terdiri dari empat codec yang berbeda. Codec WMA asli, yang dikenal hanya sebagai WMA, dikandung sebagai pesaing MP3 codec populer dan RealAudio. WMA Pro, sebuah codec baru dan lebih maju, mendukung audio multichannel resolusi tinggi, dan lain sebagainya.

g. MP3

MPEG-1 Audio Layer 3 atau lebih dikenal sebagai MP3 adalah salah satu format berkas pengodean suara yang memiliki kompresi yang baik (meskipun bersifat lossy) sehingga ukuran berkas bisa memungkinkan menjadi lebih kecil. MP3 mengurangi jumlah bit yang diperlukan dengan menggunakan model psychoacoustic untuk menghilangkan komponen-komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia.

MP3 mempunyai beberapa batasan/limit:

- Bit Rate terbatas, maksimum 320 kbit/s

- Resolusi waktu yang digunakan mp3 dapat menjadi terlalu rendah untuk sinyal-sinyal suara yang sangat transient, sehingga dapat menyebabkan noise

- Resolusi frekuensi terbatasi oleh ukuran window yang panjang kecil, mengurangi efisiensi coding

- Tidak ada scale factor band untuk frekuensi di atas 15,5 atau 15,8 kHz

- Mode jointstereo dilakukan pada basis per frame

- Delay bagi encoder/decoder tidak didefinisikan, sehingga tidak ada dorongan untuk gapless playback (pemutaran audio tanpa gap). Tetapi, beberapa encoder seperti LAME dapat menambahkan metada tambahan yang memberikan informasi kepada MP3 Player untuk mengatasi hal itu.

h. Ogg Vorbis

Vorbis adalah metode kompresi audio glossy gratis dan open source yang diprakarsai oleh Yayasan Xiph.org dengan tujuan untuk menggantikan forma MP3. Karena hasil kompresi Vorbis biasanya disimpan dalam container Ogg, maka Vorbis juga sering disebut Ogg Vorbis.

3. Alat dan Bahan

a. Komputer PC

b. Software Adobe Audition

c. File musik dalam format wav

4. Langkah Kerja

4.1. Mengganti Sample rate dan Bit Dept

  1. Buka Adobe Audition
  2. Import File Sound
  3. Drag dan Drop file sound ke Window Edit atau Double click file tersebut
  4. Buat Sesion baru : File – New
  5. Pada Jendela New Waveform Pilih Sample Rate dan Bit Rate sesuai dengan yang dibutuhkan
  6. Copy File sumber ke sesion baru
  7. Simpan file dengan nama lain ( File – Save As)
  8. Lakukan berulang sampai selesai

4.2. Menyimpan dalam format WMA, MP3, Ogg Vorbis

Simpanlah file audio sesuai dengan format yang diinginkan dengan melaksanakan langkah satu per satu sesuai dengan ketentuannya.

5. Hasil Pengujian

Tabel 1. Perbandingan Ukuran dan Kualitas audio pada sample rate tetap 44100 Hz dengan Bit Depth bervariasi

Sample Rate (Hz)

Bit Dept

Ukuran File (KB)

Kualitas suara

44 100

32

97.092

Suara bersih, jernih, jelas

44 100

16

48.548

Suara bagus dan jelas

44 100

8

24.275

Suara cukup bagus dan jelas

Tabel 2. Membandingkan berdasarkan perubahan Sample Rate dengan bit depth tetap 8 bit

Bit Dept

Sample Rate (Hz)

Ukuran File (KB)

Kualitas Suara

8

11.025

6.071

Suara cukup bagus

8

22.050

12.139

Suara kurang bagus dan agak berisik

8

32.000

17.616

Suara kurang bersih dan berisik

8

44.100

24.275

Suara kurang bagus dan sedikit berisik

8

48.000

26.422

Cukup bagus, masih agak berisik

8

96.000

52.841

Cukup bersih, ada berisik sedikit

Tabel 3. Membandingkan berdasarkan perubahan Sample Rate dengan bit depth tetap 16 bit

Bit Dept

Sample Rate (Hz)

Ukuran File (KB)

Kualitas Suara

16

11.025

12.139

Suara cukup bagus dan jelas

16

22.050

24.275

Suara agak bagus

16

32.000

35.288

Bagus dan jernih

16

44.100

48.548

Cukup bagus dan jelas

16

48.000

52.841

Cukup bagus dan bersih

16

96.000

105.678

Cukup jernih dan bagus

Tabel 4. Membandingkan berdasarkan perubahan Sample Rate dengan bit depth tetap 32 bit

Bit Dept

Sample Rate (Hz)

Ukuran File (KB)

Kualitas Suara

32

11.025

24.275


32

22.050

48.548


32

32.000

68.8


32

44.100

97.092


32

48.000

105.675


32

96.000

65.655


Tabel 5. Membandingkan berdasarkan perbedaan format pada sample rate dan bit depth tetap

Format

Sample rate

Bit Depth

Ukuran file (Kb)

Kualitas suara

WAV

44.100

16

48.548

Bagus, menyerupai suara asli

MP3

44.100

16

4.30

Suara bersih dan jelas

Ogg Vorbis

44.100

16

4.30

Suara bersih dan bagus

WMA

44.100

16

28.3

Suara bersih dan cukup jelas

6. Pembahasan

Berdasarkan pengujian semakin besar bith depth sound maka ukuran file akan semakin besar dan menghasilkan kualitas suara yang semakin baik. Begitu juga sebaliknya dengan Sample Rate, semakin tinggi Sample Rate maka kualitas suara akan bagus.

7. Kesimpulan

Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara dapat berupa zat cair, padat,gas. Kualitas audio sangat bergantung kepada bith depth dan sample rate pada sound. semakin besar bith depth sound maka ukuran file akan semakin besar dan menghasilkan kualitas suara yang semakin baik. Begitu juga sebaliknya dengan Sample Rate, semakin tinggi Sample Rate maka kualitas suara akan bagus.

 

mY bloG Copyright © 2009 Girl Music is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez